Posted in Pendidikan

Pendidikan Sebagai Suatu Kebutuhan Dalam Perkembangan Manusia

Pendidikan Sebagai Suatu Kebutuhan Dalam Perkembangan Manusia

Tema: Strengthening Humanity as Fundamental Aspect in Indonesia’s Development

Subtema: Bagaimana pendidikan dapat membuat manusia menjadi lebih cerdas, berwawasan luas, bijak dalam mengatasi tantangan kemanusiaan.

Pendahuluan

Pendidikan saat ini hanya mencetak mesin-mesin siap pakai, kemana pelajaran kehidupan? Bagaimana manusia bisa bersaing, bisa mandiri? Pendidikan bermula dari lingkungan keluarga. Awal yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Jika anak itu nakal maka yang disalahkan ialah orangtua.

Penyebab pendidikan anak yang gagal, kemungkinan besar dari orangtua. Saya tidak menyalahkan orang tua. Tapi ada orang tua yang terlalu mengekang anak, menyuruh anak mengikuti les tambahan, mengerjakan pr anak, kemudian pertanyaannya, kapan anak mandiri? Kemudian masalah lainnya jika orangtua tidak memberikan perhatian yang cukup, maka anak bisa terjerumus ke dalam pergaulan bebas, menggunakan narkoba, merokok. Hal ini bisa terjadi karena orangtua terlalu sibuk, tidak dapat mengajarkan anak karena alasan sibuk tadi, membuat anak melompati fase belajar terpenting, membuat anak tidak siap menghadapi kerasnya kehidupan.

Rasanya perlu adanya pendidikan bagi orangtua, untuk menjadi orangtua yang baik. Orangtua perlu mendengar ketika anaknya berbicara. Tidak langsung marah terhadap anak, jika ia melakukan kesalahan. Pendidikan bagi orangtua bisa dipelajari melalui perjalanan kehidupan. Dengan adanya juga dukungan dari masyarakat. Masyarakat, orangtua dan anak sama-sama belajar menjadi pembelajar.

Faktor yang menyebabkan gagalnya pendidikan, selain orangtua ialah guru. Guru yang mengajar di sekolah haruslah guru sejati. Maksudnya guru yang berkualitas, yang memfokuskan diri pada pengembangan muridnya. Bukan guru yang hanya berorientasi pada uang atau guru yang mengajar karena terpaksa – kalau tidak jadi guru maka tidak ada pekerjaan lain atau menganggur – ini merupakan kesalahan.

Masalah guru saat ini ialah gaji guru yang tidak manusiawi, dengan tidak adanya dukungan dari pemerintah dan masyarakat terkait dengan sarana dan prasarana, telah sukses menghancurkan citra baik seorang guru. Saat ini pendidikan moral rasanya perlu ditegakkan kembali. Siswa-siswa tidak memperlakukan guru secara hormat. Guru memarahi siswa, maka siswanya melaporkan guru tersebut ke pengadilan, inilah ironi. Saya ingin mengucapkan selamat datang musibah dan selamat tinggal untuk moral dan etika.

Guru yang baik memiliki integritas moral, tidak menganggap siswa sebagai objek, dengan hanya memberikan materi pelajaran lalu menghafalnya, tetapi guru mendidik hati nurani muridnya. Guru atau pengajar harusnya memiliki longlife learning, artinya ia bersedia untuk belajar dan terus belajar. Murid bukanlah alat yang bisa diperintah. Murid bukanlah sebuah benda mati yang tidak punya perasaan. Murid ialah manusia yang punya hati nurani dan kreativitas. Professionalitas guru patut dipertanyakan, jika ia hanya berorientasi mencetak cetakkan yang sama, mematikan kreativitas murid dan dengan tidak memberikannya pelajaran kehidupan.

Pembahasan

Pendidikan dalam arti sederhana yaitu sebagai suatu usaha untuk menumbuh kembangkan segala potensi yang ada, baik jasmani maupun rohani, sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Konsep pendidikan menurut Freeman Butt dalam bukunya Cultural of Western Education menjelaskan:

a.) Pendidikan ialah kegiatan menerima dan memberikan pengetahuan sehingga kebudayaan dapat diteruskan dari generasi ke generasi, b.) Pendidikan merupakan suatu proses. Melalui proses ini individu diajarkan kesetiaan dan kesediaan dalam mengikuti aturan, c.) Pendidikan merupakan suatu proses pertumbuhan. Dalam proses ini, individu dibantu mengembangkan bakat dan minatnya, d.) Pendidikan adalah rekonstruksi dan reorganisasi pengalaman yang menambah arti serta kesanggupan untuk memberikan arah bagi pengalaman selanjutnya, e.) Pendidikan merupakan suatu proses. Melalui proses ini, seseorang menyesuaikan diri dengan unsur-unsur pengalamannya, yang menjadi kepribadian dalam kehidupannya.

Pendidikan merupakan suatu kebutuhan dalam perkembangan kehidupan manusia. Apakah manusia dapat menjadi manusia yang seperti apa yang diharapkan oleh masyarakat? Ternyata dalam berbagai kelompok manusia, pendidikan telah menjadi suatu tuntutan dari perwujudan kemanusiaan makhluk manusia itu sendiri.

Dalam pengembangan kemanusiaan itu hanya dapat terjadi di dalam suatu masyarakat yang sekurang-kurangnya berbentuk keluarga. Manusia sebagai makhluk sosial, membutuhkan pendidikan, sebagai syarat mewujudkan kemanusiaan. Selanjutnya pendidikan kelompok manusia itu membentuk kebudayaan. Lalu kebudayaan itu sendiri semakin berkembang dan perkembangannya itu ditopang atau hanya terjadi di dalam proses pendidikan. Tanpa pendidikan suatu masyarakat tidak akan mencapai kemajuan atau dapat meningkatkan taraf hidupnya.

Pendidikan merupakan suatu kebutuhan bagi manusia modern dewasa ini, apalagi di dalam dunia yang terbuka seperti saat ini, serta dunia dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah mempersatukan umat manusia. Pendidikan telah menjadi suatu kebutuhan yang sangat penting. Pendidikan dapat menjadi penyaring kebudayaan global yang kurang baik. Pendidikan dapat mencegah degradasi moral.

Pedagogik berasal dari bahasa Yunani, yaitu paedos berarti anak dan ago berarti membimbing. Jadi pedagogik secara etimologi berarti membimbing anak. Dalam perkembangannya, pedagogik dewasa ini tidak lagi terbatas hanya pada anak, tetapi juga kepada orang dewasa. Bahkan, pendidikan berlangsung sepanjang hidup manusia itu sendiri.

Prinsip Trisentra Pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara tahun 1935:

1.) Pendidikan dalam keluarga, ialah yang pertama dan terpenting, karena inilah dasar pendidikan budi pekerti, yang akan menimbulkan rasa sosial. Pendidikan budi pekerti seperti disiplin, menghormati orangtua, belajar membatasi diri, mengakui hak orang lain disamping haknya sendiri dan nilai-nilai bermanfaat untuk tingkah laku sosial di dalam kehidupan manusia seperti bertanggung jawab, menghargai orang lain, menghargai kebersihan, bersikap sopan santun.

2.) Lembaga sekolah merupakan tempat pengembangan intelektual dan juga pengembangan budi pekerti. Apalagi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat pesat, manusia cenderung melupakan nilai-nilai sosial. Maka peran lembaga sekolah ialah penting dalam melahirkan pelaku perubahan.

3.) Masyarakat dengan adanya kearifan lokal di dalamnya, adat istiadat, kebudayaan masyarakat setempat. Contohnya seperti pohon beringin yang dianggap angker oleh warga. Pohon beringin yang berada di dalam hutan, sebagai pelindung hutan yang menyediakan air bersih bagi warga tersebut.

4.) Negara dengan adanya pedoman yaitu ideologi pancasila sebagai dasar negara dan kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai pada ideologi pancasila belum terimplementasi dalam kehidupan masyarakat. Ideologi Pancasila hanya sebagai wacana, belum terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat.

5.) Dunia global, yang saat ini sudah bisa kita akses dari jaringan internet, seperti tidak ada jarak. Untuk mengetahui berita suatu negara, hanya dalam waktu hitungan detik kita dapat tahu berita apa yang ada di negara tersebut. Pengaruh global sangat besar dampaknya bagi kebudayaan Indonesia. Pendidikan dapat berfungsi sebagai filter, untuk meminimalisir pengaruh globalisasi.

Proses pendidikan berawal dari anak. Tanpa anak atau peserta didik, maka tidak ada proses pendidikan. Proses pendidikan itu dimulai dengan pertanyaan, siapakah anak itu? Apakah hakikat anak? Selanjutnya pertanyaan muncul, apakah kedudukan anak manusia di dunia ini? Apakah yang membedakan anak manusia dan binatang? Pertanyaan-pertanyaan mengenai hakikat anak atau peserta didik merupakan titik sentral dari proses pendidikan.

Pendidik dan pengajar merupakan dua hal yang berbeda dalam hal konotasinya. Kata mengajar dikaitkan dengan hanya menyampaikan materi sesuai dengan program yang sudah ada pada kurikulum. Dalam tindakan mengajar terdapat proses transfer ilmu pengetahuan kepada murid. Hasil pengajaran tersebut diuji melalui suatu proses yaitu evaluasi, untuk menilai sejauh mana kemampuan siswa terkait dengan materi pelajaran yang disampaikan.

Sedangkan kata mendidik memiliki konotasi yang lebih luas, tidak hanya sekadar menyampaikan memberikan pelajaran, tetapi juga sebagai pribadi yang menginspirasi dan dapat dijadikan panutan oleh murid. Mendidik tidak hanya dapat dilakukan di kelas, tapi dimanapun, baik ketika murid bertemu guru di kantin, di pasar, dan ditempat lainnya.

Perbedaan konsep antara pendidik dan pengajar yaitu guru sebagai pendidik berperan sebagai role model untuk membentuk karakter siswa. Dalam kenyataannya, mendidik lebih baik dibandingkan mengajar. Jika mengajar menyertakan evaluasi, sementara guru sebagai pendidik tidak melakukan evaluasi, karena hasil didikan dapat dirasa melalui perubahan sikap dan perilaku yang dapat bertahan dan bermanfaat bagi perkembangan kedewasaan anak didik.

Perubahan dalam diri anak didik memang tidak dapat dilihat secara kasat mata, karena proses pembentukan karakter tidak terjadi secara langsung, melainkan pelan-pelan dan proses tersebut berlangsung seumur hidup. Pendidikan karakter dapat menjadi pondasi yang baik bagi anak dalam mengatasi masalah yang ada pada kehidupannya.

Guru sebagai pemimpin pendidikan (educational leader) bukan sekadar pemimpin yang mampu mengajar dan mendidik, mengajar memusatkan perhatian hanya semata-mata pada proses belajar mengajar siswa, melainkan juga membangun kemampuan dan kesadaran diri siswa agar kelak nantinya mereka dapat siap menjadi pelaku perubahan.

Perubahan yang dituju bukan hanya pada perubahan level individual seperti membuat siswa menjadi lebih pandai, lebih terampil, lebih bertanggung jawab, melainkan juga pada level kehidupan bermasyarakat yang lebih luas. Sehingga pendidikan menjadi sarana bagi perkembangan dan pertumbuhan masyarakat.

Pendidikan mempunyai peranan penting bagi perubahan tatanan sosial dalam masyarakat lebih baik, lebih adil dan lebih manusiawi. Tantangan ke depannya, ialah bagaimana kinerja guru pendidikan menyadari dan menghayati keberadaan dirinya sebagai pemimpin pendidikan yang memiliki transformasi sosial, yaitu sebuah corak kepemimpinan yang bersifat konstruktif.

Krisis kepemimpinan terjadi saat ini, maraknya korupsi, ketidakadilan, penindasan, konflik di masyarakat. Tentunya lembaga pendidikan tidak dapat mengatasinya secara langsung, akan tetapi lembaga pendidikan dapat berperan dalam melahirkan pemimpin yang bersifat konstruktif. Pemimpin konstuktif yaitu sebuah kepemimpinan pendidikan yang memiliki tujuan pembangunan dan pengembangan tatanan masyarakat yang lebih baik dan lebih maju.

Guru yang baik berasal dari manusia yang baik. Manusia yang baik membangun peradaban, menghargai keadilan dan tekun mencari kebenaran. Harapannya melalui kehadiran manusia yang lebih baik inilah yang akan mampu membentuk diri menjadi guru kehidupan yang mampu kembali membangun peradaban, kebudayaan dan membentuk wajah kemanusiaan yang lebih bermartabat dalam hidupnya.

Pendidikan dapat dilakukan di lembaga informasi seperti perpustakaan. Di perpustakaan terdapat berbagai koleksi yang dapat dimanfaatkan untuk menambah wawasan. Perpustakaan merupakan pusat sumber informasi. Pustakawan sebagai manager informasi dapat membantu pendidikan masyarakat dengan menyediakan informasi mengenai informasi apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh masyarakat.

Maju atau tidaknya sebuah negara dapat dilihat dari Perpustakaannya. Perpustakaan merupakan titik sentral karena begitu pentingnya peran perpustakaan. Kenapa orang Indonesia masih jarang melihat-lihat perpustakaan? Karena minat dalam membaca buku masih rendah. Padahal berkunjung ke perpustakaan tidak harus selalu membaca buku bukan? Kita dapat melakukan rekreasi ke perpustakaan, karena itulah salah satu fungsi perpustakaan. Perpustakaan harus mulai melakukan inovasi terkait dengan menyediakan bahan bacaan, membuat suatu kemas ulang informasi yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Pendidikan yang baik ialah bagaimana membuat anak atau peserta didik menjadi manusia yang memiliki pemikiran terbuka dengan kepribadian yang baik. Dalam proses pendidikan dapat terjadi hambatan, seperti lingkungan yang tidak baik. Anak-anak menonton tayangan yang kurang atau tidak mendidik. Rasanya begitu miris ketika public figure melakukan tindakan yang tidak bermoral.

Berita-berita yang memberitakan kejadian atau peristiwa yang tidak baik, seperti pembunuhan oleh remaja, pemerkosaan dan kejahatan lain. Kenapa tidak diganti dengan pemberitaan yang lebih baik, seperti seorang anak dari papua yang mampu menjuarai matematika tingkat internasional? Perlu dilakukan kajian terkait dengan media untuk pendidikan bagi anak-anak.

Pendidikan mempunyai ciri atau unsur umum, yaitu:

a.) Mengandung tujuan yang ingin dicapai, yaitu individu yang kemampuan dirinya berkembang sehingga bermanfaat untuk kepentingan hidupnya, baik sebagai seorang individu maupun sebagai warga negara atau masyarakat.
b.) Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pendidikan perlu melakukan usaha yang disengaja dan terencana untuk memilih isi (bahan memberi), strategi kegiatan dan teknik penilaian yang sesuai.
c.) Kenyataan tersebut dapat diberikan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat berupa pendidikan jalur sekolah (formal) dan pendidikan jalur luar sekolah (informal dan nonformal).

Pengabdian guru sangat penting, karena dengan mengabdikan diri pada pendidikan, membuat guru tidak hanya berorientasi pada uang. Tapi bagaimana membuat peserta didiknya menjadi orang yang bermanfaat ke depannya. Dengan pendidikan mampu membentuk karakter dan kepribadian yang baik.

Pendidikan dapat membuat manusia menjadi lebih cerdas, berwawasan dan bijak dalam mengambil keputusan. Karena pendidikan merupakan proses yang didalamnya terdapat pelajaran mengenai kehidupan. Pendidikan berarti berpikir lebih baik, karena adanya pencerahan oleh guru. Membuka pemikiran murid, sehingga dalam mengambil keputusan tidak membuat kesalahan. Jika murid melakukan kesalahan, maka guru tidak boleh langsung memarahi murid, karena kesalahan merupakan proses dalam pembelajaran. Kesalahan membuat murid belajar menjadi lebih baik.

Pendidikan merupakan faktor penting dalam kemajuan suatu bangsa. Masalah pendidikan di Indonesia saat ini ialah kurikulum yang terlalu rumit. Kurikulum pendidikan untuk anak sekolah dasar perlu diganti. Sebagai contoh, untuk soal-soal ujian anak sekolah dasar, belum tentu dapat dijawab oleh orang dewasa.

Persoalan lainnya ialah guru yang merupakan ujung tombak pendidikan harus siap menghadapi tantangan. Guru harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Budaya literasi dikalangan guru masih rendah. Padahal guru harusnya memiliki wawasan yang luas. Kemudian untuk buku teks yang digunakan sebagai materi pelajaran masih kurang baik. Buku pelajaran sebaiknya diseleksi terlebih dahulu, sebelum digunakan oleh pihak sekolah.

Sarana dan prasana lembaga sekolah perlu ditingkatkan untuk menunjang proses belajar mengajar. Budaya mencontek dan ketidakjujuran saat ini mulai menjangkiti para siswa. Seharusnya ujian nasional bukanlah penentu dari proses pendidikan. Kejujuran merupakan hal yang terpenting, lebih penting daripada sekadar nilai diatas kertas. Pendidikan budi pekerti perlu ditanamkan pada siswa, sehingga pola pikir mereka akan mengarah pada kejujuran dan rasa tanggung jawab.

Dalam menyelesaikan berbagai masalah pendidikan di Indonesia, rasanya tidak akan langsung terjadi begitu saja. Adanya berbagai proses dan tahapan yang dilalui. Dibutuhkan kerjasama baik oleh negara maupun masyarakat itu sendiri. Memikirkan bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang penting. Karena pendidikan membangun kebudayaan. Kebudayaan Indonesia yang baik diharapkan akan membuat bangsa ini menjadi bangsa yang maju.

Anggaran pemerintah lebih diprioritaskan pada anggaran pendidikan. Selain anggaran untuk infrastruktur, juga untuk tunjangan bagi guru. Anggaran pendidikan sebaiknya lebih dari 20 % total anggaran negara. Dalam membangun pendidikan yang lebih baik, dibutuhkan fokus pemerintah dalam melakukan pembenahan. Baik itu meningkatkan kompetensi guru, materi pelajaran berupa buku yang berkualitas, pembenahan infrastuktur lembaga pendidikan.

Pendidikan yang baik masih belum dapat dijangkau oleh masyarakat yang berada di daerah pelosok. Pendidikan belum terjadi secara merata. Ini merupakan tugas pemerintah dan masyarakat. Guru tidak ingin mengajar disebuah pedalaman, hal ini tentunya tidak sesuai dengan professionalitas guru. Pengabdian seperti mengajar di pelosok hanya dapat dilakukan oleh guru yang berkualitas.

Guru yang berfungsi sebagai pendidik. Guru yang sejati. Ia tidak berorientasi pada uang, melainkan pada muridnya. Ia memberi manfaat, memberikan motivasi pada para muridnya. Meningkatkan literasi, sehingga murid menjadi lebih cerdas karena dapat membaca. Hanya guru sejati seperti ini, jumlahnya masih sedikit di Indonesia. Perlu adanya kesadaran dari masyarakat untuk membantu membuat guru seperti itu.

Dalam membangun Indonesia yang lebih baik, dibutuhkan sumberdaya manusia yang berkualitas. Sumberdaya alam akan habis, jika tidak dikelola oleh sumberdaya manusia yang baik. Manusia yang baik tersebut dapat dibentuk melalui pendidikan. Pendidikan tidak hanya sekadar proses menerima ilmu pengetahuan, tapi juga proses membentuk kepribadian menjadi lebih bijak.

Dengan adanya pendidikan yang baik, diharapkan akan lahir pelaku perubahan. Sistem pendidikan di Indonesia rasanya perlu di rekonstruksi. Sistem pendidikan yang tidak mengutamakan kepentingan golongan tertentu. Sistem pendidikan yang berpihak kepada peserta didik yang ingin belajar. Harusnya pendidikan menjadi hak bagi setiap warga negara. Tapi hal tersebut hanya menjadi sebatas wacana, karena pada kenyataanya masih banyak warga negara yang belum memperoleh haknya tersebut.

Program pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah belum mampu menjangkau masyarakat yang berada di daerah pelosok. Sistem pendidikan juga bahkan dijadikan sebagai tempat praktik KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme). Bagaimana kemudian membersihkan sistem pendidikan yang sudah kotor seperti itu? Membersihkannya perlu dilakukan secara bertahap. Dengan sistem pendidikan yang baik, diharapkan peserta didik dapat memperoleh pengajaran yang baik, yang akan bermanfaat bagi kehidupan peserta didik ke depannya.

Pendidikan merupakan hal penting bagi manusia, bagi masyarakat dan bagi negara. Tanpa pendidikan bagaimana manusia dapat menentukan keputusan terbaik? Jika pendidikan tidak ada, bagaimana menjawab pertanyaan yang tiba-tiba melintas dalam pikiran manusia? Dalam menjawab pertanyaan dibutuhkan ilmu pengetahuan. Pengetahuan tersebut di dapatkan dengan cara belajar. Maka pendidikan merupakan solusi untuk mengatasi tantangan kemanusian, karena pendidikan itu sendiri sebenarnya merupakan kebutuhan dari setiap manusia.

Pendidikan sebagai dasar dalam kehidupan manusia. Bagaimana rasa ingin tahu dapat dicegah? Rasa ingin tahu muncul dengan sendirinya. Mengatasinya dengan cara belajar. Memperoleh informasi yang dibutuhkan. Menjawab pertanyaan yang muncul dalam pikiran. Pendidikan merupakan proses penting untuk menjadikan manusia menjadi lebih cerdas dan menghilangkan sejenak rasa ingin tahu. Jadi, pendidikan hal yang penting bagi manusia dan juga kebutuhan manusia itu sendiri.

Penutup

Pendidikan ialah proses kemanusiaan menjadi manusia baik. Manusia terhormat melayani manusia-manusia terhormat. Murid terhormat harus diperlakukan dengan santun dan penuh hormat. Guru yang mengajar juga terhormat. Guru harus menyadari dirinya manusia terhormat. Walau melayani murid, guru tidak lebih rendah dari murid.

Orang yang berilmu lebih dihargai, karena manfaatnya bagi sesama, termasuk guru. Guru ialah orang berilmu yang bermanfaat besar bagi sesama, khususnya anak didiknya. Anak-anak didiknya akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa kelak. Ini sebabnya guru merupakan pahlawan bangsa, sebab kontribusinya begitu besar.

Kreativitas dalam proses mengajar sangat diperlukan. Keterbatasan dalam sarana dan prasarana tidak menjadi alasan dalam proses belajar mengajar. Justru dalam keterbatasan itulah dapat membentuk guru yang kreatif, yang dapat menjadi pendidik sekaligus pengajar kehidupan bagi muridnya.

Pendidikan sebagai ukuran kemajuan sebuah bangsa. Pendidikan di Indonesia masih belum merata. Pemerintah belum berfokus pada pendidikan. Padahal peran pendidikan begitu besar dalam aspek membuat manusia menjadi lebih baik. Pendidikan mampu membuat manusia menjadi manusia yang sesungguhnya.

Referensi

Harefa, Andrias. 2001. Pembelajaran di Era Serba Otonomi. Jakarta: Kompas.

Anwar, Muhammad. 2015. Filsafat Pendidikan. Jakarta: Prenamedia Group.

Tilaar, H.A.R. 2015. Pedagogik Teoritis untuk Indonesia. Jakarta: Kompas.

A., Doni Koesoema. 2015. Pendidikan Karakter di Zaman Keblinger: mengembangkan visi guru sebagai pelaku perubahan dan pendidik karakter. Jakarta: Grasindo.

Setioku, Wahyu. Pristine, Shally. dkk. 2015. Ruang Belajar: kumpulan metode belajar kreatif dari penjuru nusantara. Jakarta: Gramedia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s